Saifullah, S.Pd

Saifullah, S.Pd

Mudahkanlah, jangan dipersulit!

Kamis, 18 Oktober 2018 00:40

VIDEO PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS

Sebagai salah satu program sekolah rujukan, maka setiap sekolah di haruskan membuat video pembelajaran. SMAN 1 kota bima memilih Guru model Feny Dwi Fahmiaty S.Pd mata pelajaran Bahasa Inggris sebagai sampel pembuatan videonya. Pembuatan video ini di lakukan oleh sutradara handal Bapak Rommy F, guru Pendidikan Seni di SMAN 1 Kota Bima. Kesuksesan pembuatan video ini tidak lepas dukungan Bapak Sanusin, S.Pd, M.Si selaku Kepala Sekolah , Bapak Taman Firdaus, M.Pd Selaku Wakil Kepala Sekolah Urusan Kurikulum dan ketenagaan serta semua warga SMAN 1 Kota Bima

Videonya bisa dilihat DISINI

SMAN 1 Kota Bima Sabagai salah satu sekolah rujukan melaksanakan program pengembangan Kurikulum abad 21, kegiatan ini diukuti oleh 30 orang guru dari semua mata pelajaran dan melibatkan 5 sekolah imbas disekiratnya. Pada kurikulum 2013 diharapkan dapat diimplementasikan pembelajaran abad 21. Hal ini untuk menyikapi tuntutan zaman yang semakin kompetitif. Adapun pembelajaran abad 21 mencerminkan empat hal. 

  1. 1.   Critical Thinking and Problem Solving
  2. 2.   Creativity and Innovation
  3. 3.   Communication
  4. 4.   Collaboration

1.   Communication

Pada karakter ini, peserta didik dituntut untuk memahami, mengelola, dan menciptakan komunikasi yang efektif dalam berbagai bentuk dan isi secara lisan, tulisan, dan multimedia. Peserta didik diberikan kesempatan menggunakan kemampuannya untuk mengutarakan ide-idenya, baik itu pada saat berdiskusi dengan teman-temannya maupun ketika menyelesaikan masalah dari  pendidiknya.

 Abad 21 adalah abad digital. Komunikasi dilakukan melewati batas wilayah negara dengan menggunakan perangkat teknologi yang semakin canggih. Internet sangat membantu manusia dalam berkomunikasi. Saat ini begitu banyak media sosial yang digunakan sebagai sarana untuk berkomunikasi. Melalui smartphone yang dimilikinya, dalam hitungan detik, manusia dapat dengan mudah terhubung ke seluruh dunia

2.   Collaboration

Pada karakter ini, peserta didik menunjukkan kemampuannya dalam kerjasama berkelompok dan kepemimpinan, beradaptasi dalam berbagai peran dan tanggungjawab, bekerja secara produktif dengan yang lain, menempatkan empati pada tempatnya, menghormati perspektif berbeda. Peserta didik juga menjalankan tanggungjawab pribadi dan fleksibitas secara pribadi, pada tempat kerja, dan hubungan masyarakat, menetapkan dan mencapai standar dan tujuan yang tinggi untuk diri sendiri dan orang lain, memaklumi kerancuan.

 Pembelajaran secara berkelompok, kooperatif melatih siswa untuk berkolaborasi dan bekerjasama. Hal ini juga untuk menanamkan kemampuan bersosialisasi dan mengendalikan ego serta emosi. Dengan demikian, melalui kolaborasi akan tercipta kebersamaan, rasa memiliki, tanggung jawab, dan kepedulian antaranggota.

 Sukses bukan hanya dimaknai sebagai sukses individu, tetapi juga sukses bersama, karena pada dasarnya manusia disamping sebagai seorang individu, juga makhluk sosial. Saat ini banyak orang yang cerdas secara intelektual, tetapi kurang mampu bekerja dalam tim, kurang mampu mengendalikan emosi, dan memiliki ego yang tinggi. Hal ini tentunya akan menghambat jalan menuju kesuksesannya, karena menurut hasil penelitian Harvard University, kesuksesan seseorang ditentukan oleh 20% hard skill dan 80% soft skiil. Kolaborasi merupakan gambaran seseorang yang memiliki soft skill yang matang.

 3.    Critical Thinking and Problem Solving

Pada karakter ini, peserta didik berusaha untuk memberikan penalaran yang masuk akal dalam memahami dan membuat pilihan yang rumit, memahami interkoneksi antara sistem. Peserta didik juga menggunakan kemampuan yang dimilikinya untuk berusaha menyelesaikan permasalahan yang dihadapinya dengan mandiri, peserta didik juga memiliki kemampuan untuk menyusun dan mengungkapkan, menganalisa, dan menyelesaikan masalah. Kegiatan pembelajaran dirancang untuk mewujudkan hal tersebut melalui penerapan pendekatan saintifik (5M), pembelajaran berbasis masalah, penyelesaian masalah, dan pembelajaran berbasis projek. Guru jangan risih atau merasa terganggu ketika ada siswa yang kritis, banyak bertanya, dan sering mengeluarkan pendapat. Hal tersebut sebagai wujud rasa ingin tahunya yang tinggi. Hal yang perlu dilakukan guru adalah memberikan kesempatan secara bebas dan bertanggung bertanggung jawab kepada setiap siswa untuk bertanya dan mengemukakan pendapat. Guru mengajak siswa untuk menyimpulkan dan membuat refleksi bersama-sama. Pertanyaan-pertanyaan pada level HOTS dan jawaban terbuka pun sebagai bentuk mengakomodasi kemampuan berpikir kritis siswa.

 4.     Creativity and Innovation

Pada karakter ini, peserta didik memiliki kemampuan untuk mengembangkan, melaksanakan, dan menyampaikan gagasan-gagasan baru kepada yang lain, bersikap terbuka dan responsif terhadap perspektif baru dan berbeda. Guru perlu membuka ruang kepada siswa untuk mengembangkan kreativitasnya. Kembangkan budaya apresiasi terhadap sekecil apapun peran atau prestasi siswa. Hal ini bertujuan untuk memotivasi siswa untuk terus meningkatkan prestasinya. Tentu kita ingat dengan Pak Tino Sidin, yang mengisi acara menggambar atau melukis di TVRI sekian tahun silam. Beliau selalu berkata “bagus” terhadap apapun kondisi hasil karya anak-anak didiknya. Hal tersebut perlu dicontoh oleh guru-guru masa kini agar siswa merasa dihargai. Peran guru hanya sebagai fasilitator dan membimbing setiap siswa dalam belajar, karena pada dasarnya setiap siswa adalah unik. Hal ini sesuai dengan yang disampaikan oleh Howard Gardner bahwa manusia memiliki kecerdasan majemuk. Ada delapan jenis kecerdasan majemuk, yaitu; (1) kecerdasan matematika-logika, (2) kecerdasan bahasa, (3) kecerdasan musikal, (4) kecerdasan kinestetis, (5) kecerdasan visual-spasial, (6) kecerdasan intrapersonal, (7) kecerdasan interpersonal, dan (8) kecerdasan naturalis.

.

Kamis, 18 Oktober 2018 00:14

VIDEO BELAJAR BERSAMA SMAN 1 KOTA BIMA

VIDEO BELAJAR BERSAMA SMAN 1 KOTA BIMA

video belajar bersama materi PPKn yang diproduksi oleh SMAN 1 kota bima sebagai sekolah rujukan masuk nominasi video untuk dikembangkan lebih lanjut oleh direktorat. Nominasi tersebut mengalahkan 655 sekolah rujukan seluruh Indonesia. Ini merupakan kerja keras dari seluruh keluarga besar smansa terutama TIM Video Belajar @Pak Romi. Ini menjadi prestasi pertama sekolah sebagai sekolah rujukan dibawah kepemimpinan bapak "Sanusi, S.Pd. M.Si.

video belajar berama

Halaman 1 dari 2

Cari

Pengunjung

021842
Hari ini
Minggu Lalu
Bulan lalu
Semua
361
18276
2124
21842

Your IP: 54.147.142.16
2018-11-17 23:44