Saifullah, S.Pd

Saifullah, S.Pd

Mudahkanlah, jangan dipersulit!

Kamis, 28 Desember 2017 01:22

OSC with Avitex Membantu Siswa Kurang Mampu

Jakarta: Kompetisi beasiswa Online Scholarship Competition (OSC) with Avitex memberikan kesan mendalam bagi para pemenang. Ricky Yantho, pemenang OSC with Avitex tahun 2016, menilai program ini benar-benar memberikan kesempatan anak Indonesia untuk menempuh pendidikan tinggi.
 
Dia mengatakan, saat ini banyak siswa yang ingin kuliah, namun tak punya cukup biaya. Ada banyak program beasiswa, tapi belum tentu menanggung 100 persen biaya kuliah.
 
"Bagus, karena memberikan kesempatan kepada kami yang kekurangan. Bisa menjangkau banyak daerah dan saling berkompetisi. Selain itu bisa sebagai jalur alternatif untuk kuliah," kata Ricky, saat ditemui di malam penghargaan OSC with Avitex 2017 di Kuningan City, Jakarta Selatan, Senin, 18 Desember 2017.
 
Berkat OSC with Avitex, sekarang Ricky bisa kuliah di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Dia berharap Avitex Cat Tembok terus mendukung OSC dalam mencetak generasi hebat.
 
"Karena Indonesia harus dikembangkan pendidikannya, agar menjadi negara maju. Tidak banyak orang yang punya kesempatan kuliah," imbuhnya.
 
OSC with Avitex tahun 2016 lalu meninggalkan banyak kenangan. Hingga saat ini, peserta tahun lalu masih merasakan suasana tes online dan offline OSC. Seperti diakui Titania Agnes Sudarmaji, perempuan asal Ponorogo, Jawa Timur.
 
"Ketika menang rasanya senang. Saya pikir tidak akan menang, karena nama saya disebut paling akhir. Dari sini juga saya bertemu room mate di asrama kampus, dia dari Batam," tutur Agnes yang kini kuliah di UMN, jurusan Ilmu Manajemen.

Suka cita juga dirasakan Anasthesia Karunia Charles, pemenang OSC with Avitex 2016 yang kini kuliah di Universitas Trisakti, jurusan Sistem Informasi. Hatinya senang bukan main, karena gadis yang karib disapa Ade ini merasa usahanya selama ini tak sia-sia, ditambah lagi ia datang dari jauh.
 
"Saat mau tes offline benar-benar mikir, karena finansial keluarga sedang tidak bagus, tapi ingin sekali berangkat. Akhirnya dibolehkan kakak, tapi syaratnya harus serius dan saya sudah buktikan itu. Saya ingin meringankan beban dan membahagiakan keluarga, karena ayah saya sudah meninggal," ungkap Ade yang  berasal dari Medan.

Ade berpendapat penyelenggaraan OSC with Avitex 2017 semakin hebat, karena kuota pemenang dan universitas bertambah. Dengan demikian, peluang anak Indonesia kuliah di universitas yang diinginkan semakin terbuka lebar.
 
"Mudah-mudahan bisa digelar setiap tahun, karena benar-benar membantu anak yang ingin kuliah di tempat yang baik. Semoga Avitex Cat Tembok terus bekerja sama dengan OSC dan terima kasih buat Avitex Cat Tembok, sukses terus," ucapnya.


(ROS)

Sumber: http://news.metrotvnews.com/peristiwa/gNQyZ5aN-osc-with-avitex-membantu-siswa-kurang-mampu

Kamis, 28 Desember 2017 01:14

Prestasi

PRESTASI SEKOLAH

  1. Bidang Akademik

No

Nama

Jenis Lomba

Prestasi

Tingkat

Tahun

1

Aldian Farabi

Olimpiade Matematika

Juara II

Kota

2007

2

Ahmad Randy

Olimpiade Fisika

Juara I

Juara I

Juara VI

Kota Provinsi

Nasional

2007

3

M. Iqbal NH

Olimpiade Fisika

Juara II

Kota

2007

4

M. Edy Haeruddin

Olimpiade Fisika

Juara III

Kota

2007

5

Ainun Karima

Olimpiade Kimia

Juara I

Kota

2007

6

Zakiah Humairah

Olimpiade Kimia

Juara II

Kota

2007

7

Aryanah

Olimpiade Kimia

Juara III

Kota

2007

8

Ummu Khairat

Olimpiade Biologi

Juara I

Kota

2007

9

Yaya Soraya

Olimpiade Biologi

Juara II

Kota

2007

10

Nuraeni

Olimpiade Biologi

Juara III

Kota

2007

11

Indah Ningsih A.

Olimpiade Komputer

Juara I

Kota

2007

12

Iqbal

Olimpiade Komputer

Juara II

Kota

2007

13

Arif Rahman

Olimpiade Komputer

Juara III

Kota

2007

14

Amel Fajriani

Olimpiade Astronomi

Juara I

Kota

2007

15

Iwan Qurrahman

Olimpiade Astronomi

Juara II

Kota

2007

16

Fatmah Ratu B

Olimpiade Ekonomi

Juara I

Kota

2007

17

Sri Damayanti P

Olimpiade Matematika

Juara II

Kota

2008

18

Aris Taufikurrahman

Olimpiade Matematika

Juara III

Kota

2008

19

Dhita Azahra P.

Olimpiade Fisika

Juara I

Kota

2008

20

Achwanullah

Olimpiade Fisika

Juara III

Kota

2008

21

Nurcholis

Olimpiade Kimia

Juara I

Kota

2008

22

Bella Yulia R.

Olimpiade Biologi

Juara I

Kota

2008

23

Yeyen Mi’rajiyanti

Olimpiade Biologi

Juara II

Kota

2008

24

Ra’fatul Wahidin

Olimpiade Biologi

Juara III

Kota

2008

25

Siti Nur Mutmainah

Olimpiade Astronomi

Juara I

Kota

2008

26

Essy Fitri M

Olimpiade Ekonomi

Juara I

Kota

2008

27

Siti Rahmaniar

Olimpiade Ekonomi

Juara II

Kota

2008

28

Siti rahmi pratiwi

Olimpiade Matematika

Juara II

Kota

2009

29

Dhita Az-zahra

Olimpiade Fisika

Juara I

Kota

2009

30

Nuralaila Magfirah Aziz

Olimpiade Fisika

Juara II

Kota

2009

31

M. Bijak Brilianto

Olimpiade Biologi

Juara II

Kota

2009

32

Robby DM

Olimpiade Biologi

Juara II

Kota

2009

33

Adi Kurniawan

Olimpiade Kimia

Juara I

Kota

2009

34

M. Zulfadli

Olimpiade Komputer

Juara I

Kota

2009

35

M.Yodi Bin Wasio

Olimpiade Komputer

Juara II

Kota

2009

36

Abdul Jabbar

Olipiade Komputer

Juara III

Kota

2009

37

Kurnia Khafidzatur

Olimpiade Matematika

Juara I

Kota

2009

38

Renny Priyanti

Olimpiade Kimia

Juara I

Kota

2010

39

Nurul Khoiriah

Olimpiade Kebumian

Juara I

Kota

2010

40

Pattisinah

Olimpiade Kebumian

Juara II

Kota

2010

41

Kurnia Khafidzatur Rofiah

Olimpiade Matematika

Juara I

Kota

2010

42

Nurfitratul Aqidah

Olimmpiade Matematika

Juara II

Kota

2010

43

Mustafa

Olimpiade Matematika

Juara III

Kota

2010

44

Nurlaila Magfirah Azis

Olimpiade fisika

Juara I

Kota

2010

45

Imam Khairussalam

Olimpiade Fisika

Juara II

Kota

2010

46

Sherly Yunita

Olimpiade Fisika

Juara III

Kota

2010

47

M.Bijak Brilianto

Olimpiade Biologi

Juara I

Kota

2010

48

Yuan Fernando Tharu

Olimpiade Komputer

Juara I

Kota

2010

49

Priska Yunita

Olimpiade Komputer

Juara II

Kota

2010

50

Nurul Najmun

Olimpiade Komputer

Juara III

Kota

2010

51

Eko Prasetio

Matematika

Juara I

Kota

2016

52

Zukriyah Sherly Yunita

Kimia

Juara I,2

Kota

2016

53

Ita Masita Faisal

Olimpiade Astronomi

Juara I, 2

Kota

2016

54

Atri Raudatul Aini

Ni Luh Putu

Olimpiade Astronomi

Juara I, 2

Kota

2016

55

Uny Nadya Binti Wasio

Olimpiade Komputer

Juara I,2,3

Kota

2016

56

M. Dimas adi sangadji

Olimpiade Biologi

Juara 2

Kota

2016

57

Muhammad Nuril Ekaputra

Presentasi bahasa Inggris

Juara 3

Provinsi

2017

58

Putri rahmatillah

Pidato Bahasa Inggris

Juara 1

Kota

2017

59

Dati Amalilah

Essay

Juara 4

Kota

2017

60

Natafasya Ayu Rahmansyah

Pidato Pentas PAI

Juara 3

Kota

2017

61

IFTINAH FITRIAH

Duta Baca

Juara 1

Kota

2018

62

IFTINAH FITRIAH

Pidato BKKBN

Juara 1

Kota

2018

63

IFTINAH FITRIAH

Pidato BKKBN

Juara 1

Provinsi

2018

64

Muhammad Omar Ilya Al-Rizis

Pidato BKKBN

Juara 3

Kota

2018

65

Nabila Putri

Karya Ilmiah BKKBN

Juara 2

Kota

2018

66

Muhammad Zainul Bima

Olimpiade Matematika

Juara 1

Kota

2018

67

Priskilia Angelina

Olimpiade Ekonomi

Juara 1

Kota

2018

68

Anisa Isladina wahyudi

Olimpiade Fisika

Juara 1

Kota

2018

69

Nurul Insani

Olimpiade Kimia

Juara 1

Kota

2018

 

Annisa YR

Olimpiade TIK

Juara 1

Kota

2018

  1. Bidang non Akademik

No

Jenis Lomba

Jenis Lomba

Juara

Tingkat

Tahun

1

Tim SMAN 1 Kota Bima

Lomba Penelitian Ilmiah Remaja

Juara I

Kota

2007

2

Tim SMAN 1 Kota Bima

Penulisan Essay

Juara II

Nasional

2007

3

Tim SMAN 1 Kota Bima

Cerdas Cermat

Juara I

Kota

2007

4

Tim SMAN 1 Kota Bima

Debat  Bahasa Inggris

Juara IV

Nasional

2007

5

Tim SMAN 1 Kota Bima

Lomba Penelitian Ilmiah Remaja

Juara III

Nasional

2007

6

Tim SMAN 1 Kota Bima

MTQ

Juara I, 3, 4

Kota

Nasional

2008

7

Tim SMAN 1 Kota Bima

Debat  Bahasa Inggris

Juara

III, IV, V

Nasional

Provinsi

2008

8

Tim SMAN 1 Kota Bima

Pawai Budaya

Juara I

Kota

2008

9

Tim SMAN 1 Kota Bima

Panjat Tebing

Juara III

Provinsi

2008

10

Tim SMAN 1 Kota Bima

Lomba Disain Poster

Juara  I, II, III

Kota

2008

11

Tim SMAN 1 Kota Bima

Tari Kreasi Baru

Juara I

Kota

2008

12

Tim SMAN 1 Kota Bima

Gerak Jalan Pramuka Putra – Putri

Juara I

Kota

2008

13

Mapala Games

 

Juara I

Nasional

2008

14

Erma Suryani

Satkar Ulama

Siswa ke Australia

 

Internasional

2009

15

Fitri Kurniati

Miftahul Jannah

Wasiadi H.

Siswa Ke Amarika

 

Internasional

2009

16

1.    Kharisma Ridho

2.    Karina Larasatin

Siswa Ke Jepang

 

Internasional

2010

17

Muhammad Rizki

Paskibraka Nasional

 

Nasional

2010

18

Rini

Rizki

Paskibrakan Propinsi

 

Provinsi

2010

19

Tim SMAN 1 Kota Bima

Lomba Cerdas Cermat UUD 45 dan Tap MPR

Juara III

Provinsi

2016

20

Tim SMAN 1 Kota Bima

Lomba Theater Tk. SMP/SMA se-Kota Bima

Juara III

Kota

2016

21

Tim SMAN 1 Kota Bima

Lomba debat bahasa Inggris

Juara II

Provinsi

2016

22.

Perpustakaan

Lomba Perpustakaan

Juara II

Provinsi

2017

23

Muhammad Ardiansyah

Karya Kayu FLS2N

Juara 2

Provinsi

2017

24

Muhammad Alafayed

Ngaji Pentas PAI

Juara 1

Kota

2017

25

Rahmiyati

Ngaji Pentas PAI

Juara 3

Kota

2017

26

Tim SMAN 1 Kota Bima

Volly Ball Bupati Cup

Juara 3

Kota

2017

27

Fikrifenia Ayu Farisa dan Sakinah Safira

Tari Kreasi FLS2N

Juara 1

Kota

2017

28

Nurlatifa Asal

Puisi

Juara 1

Kota

2017

29

Ratu Sahar Banun

Duta Wisata

Juara favorit

Kota

2017

30

Tim Gerak jalan

Gerak jalan Pramuka

Juara 2

Kota

2017

31

Tim LCC 4 pilar

MPR RI

Juara 1

Kota

2018

 

Citra Yuniarti

Lawatan Sejarah Lokal Menuju Aceh

Juara 1

Provinsi

2018

32

Muhammad Syakurrahman

Videografi jurnalistik

Juara 1

Provinsi

2018

33

Fitrah Ade Kurniawan

Foto grafi jurnalistik

Juara 1

Provinsi

2018

34

Morina Anastsya Melinda

Finalis NEC

Finalis

Kota

2018

35

Hilwa Uhibukfillah

Teather Monolog FLS2N

Juara 1

Kota

2018

Kamis, 28 Desember 2017 01:08

Sarana dan Prasarana

SARANA DAN PRASARANA SMAN 1 KOTA BIMA
     
No Nama Jumlah
1 Kls X MIA 1  
2 Kls X MIA 2  
3 Kls X MIA 3  
4 Kls X MIA 4  
5 Kls X MIA 5  
6 Kls X MIA 6  
7 Kls X MIA 7  
8 Kls X IIS 1  
9 Kls X IIS 2  
10 Kls X IIS 3  
11 Kls X IBB  
12 Kls XI MIA 1  
13 Kls XI MIA 2  
14 Kls XI MIA 3  
15 Kls XI MIA 4  
16 Kls XI MIA 6  
17 Kls XI MIA 7  
18 Kls XI IIS 1  
19 Kls XI IIS 2  
20 Kls XI IIS 3  
21 Kls XI IBB   
22 Lab Kompter  
23 Perpustakan  
24 Lab Bahasa  
25 Lab Multimedia  
26 Lab Multimedia  
27 R. Kepsek  
28 R. Tata Usaha  
29 R. Guru  
30 R. OSIS  
31 R. UKS  
32 R. BK/BP  
33 R. Piket  
34 R.Pramuka/Paskibra  
35 R.Kapela/Bianglala  
36 Gudang  
37  Masjid  
38 Satpam  
39 Parkir  
40 Mushala Guru  
41 WC Guru  
42 R. Cetak  
43 R. Wakasek  
44 WC Guru  
45  WC Laki-laki  
46 WC Perempuan  
47 Koperasi  
48 Kantin  
49 WC Perempuan  
50 WC Laki-laki  
51 Panggung Terbuka  
52 Lap. Olahraga  



JAKARTA - Memasuki tahun ketiga pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terus memperluas akses pendidikan. Melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP), pemerintah berupaya memberikan kesempatan sekolah kepada setiap anak Indonesia. 

Berdasarkan data per 11 November 2017, tahun ini pemerintah telah menyalurkan KIP sebanyak 13.496.634. Jumlah itu terbagi untuk di jenjang sekolah dasar (SD) sebanyak 7.778.963 anak, sekolah menengah pertama (SMP) sebanyak 3.244.134 anak, sekolah menengah atas (SMA) sebanyak 1.037.351 anak, dan jenjang sekolah menengah kejuruan (SMK) sebanyak 1.436.186 anak.

KIP ini diberikan tidak hanya kepada mereka yang keluarga miskin, tetapi juga menyentuh anak yatim piatu, anak penghuni panti asuhan, dan peserta didik nonformal. "Ini adalah upaya perwujudan bahwa negara harus memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan haknya untuk mendapatkan pendidikan," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy saat konferensi pers Kilas Balik Kinerja Kemendikbud Tahun 2017 dan Rencana Kerja Tahun 2018 di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Selasa (19/12/2017).

Mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini menjelaskan, kementerian berupaya agar bantuan sosial bagi anak tidak mampu ini bermanfaat bagi yang membutuhkan. Namun, di sisi lain juga perlu transparansi dan akuntabilitas. Karena itu, kementerian memberi KIP dalam bentuk simpanan pelajar yang dilengkapi dengan kartu ATM. Terobosan ini akan mendorong transaksi nontunai dan meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di tingkat pelajar. 

"Kalau anak-anak punya rezeki, dengan ATM bisa buat tabungan juga dan tahun ini sudah 100% bisa dilaksanakan melalui nontunai," ujar dia.

Dia mengungkapkan, pada tahap awal pihaknya mengalami kesulitan dalam membuka akses penggunaan ATM pada siswa jenjang SD dan harus ada pendampingan dari orang tua. Namun, tak patah arang, Kemendikbud melakukan negosiasi dengan pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan bank.

Alhasil, saat ini siswa SD telah diperkenankan menggunakan ATM untuk memperoleh dana. Untuk mendukung program Revitalisasi Pendidikan Kejuruan dan Keterampilan, Kemendikbud telah melatih 12.750 guru untuk menjadi guru produktif dan merekrut 15.000 guru program keahlian ganda. Selain itu juga Kemendikbud telah bekerja sama dengan delapan kementerian dan 16 dunia usaha dan industri. Sebanyak 3.574 industri telah bekerja sama dengan SMK. 

Pengamat pendidikan UPI Said Hamid Hasan berpendapat, akses pendidikan masih belum baik dan tingkat drop out juga masih tinggi. Said melihat kebijakan pendidikan pemerintah belum jelas arah dan programnya sehingga masyarakat selalu diberi isu kontroversial yang menghabiskan banyak waktu, pikiran, dan energi. "Hal ini menunjukkan kebijakan pendidikan yang hit and run," kata dia. 

Menurut dia, kebijakan pendidikan belum mampu memenuhi hak warga negara mendapat pendidikan dan tidak diskriminatif. Keadaan ini membahayakan kehidupan bangsa pada masa depan sehingga bonus demografi akan menjadi musibah demografi. Konsekuensi lain dari kebijakan yang demikian, pendidikan karakter yang sedang dikembangkan dalam Kurikulum 2013 meng alami truncated atau pemeng galan karena hanya dinikmati oleh sebagian anak bangsa yang mendapat pendidikan dan terdidik di sekolah berkualitas.

Terkait problem guru, pemerintah belum memiliki pemhaman yang jelas antara kualifikasi dan kualitas. Hal ini menyebabkan pemerintah tidak mengakui kualifikasi yang sudah dikeluarkan. Guru yang sudah memiliki kualifikasi/akta dianggap tidak berlaku karena istilah bukan sertifikat dan diperoleh tidak melalui sistem pen didikan baru sehingga terjadi pemborosan dalam jumlah yang sangat besar.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi X DPR Abdul Fikri menyoroti tentang guru honorer K-2. Dia menyatakan, guru adalah ujung tombak pendidikan, sedangkan pemerintah sudah berulang menjanjikan guru honorer K-2 untuk diangkat menjadi PNS. "Tetapi faktanya sampai sekarang hanya pemberkasan," terang dia.

Menurut dia, jika sudah ada sejumlah guru honorer yang memenuhi syarat diangkat menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), selayaknya segera diseriusi oleh pemerintah. Dia menambahkan, kebutuhan terhadap guru sampai sekarang sangat mendesak dengan pelarangan sekolah, dinas, bahkan pemerintah daerah mengangkat pegawai honorer sehingga rasio guru dan murid sangat tidak seimbang dan jauh dari standar nasional pendidikan.

Halaman 1 dari 3

Cari

Pengunjung

003149
Hari ini
Minggu Lalu
Bulan lalu
Semua
59
2179
370
3149

Your IP: 54.81.232.54
2018-05-24 13:42